Apa Itu COD (Chemical Oxygen Demand)?
COD (Chemical Oxygen Demand) adalah jumlah oksigen, dalam mg/L, yang diperlukan untuk mengoksidasi materi organik dalam sampel secara kimiawi. COD adalah indikator cepat tingkat pencemaran organik limbah cair — lebih cepat didapat daripada BOD yang butuh inkubasi 5 hari.
1. Definisi & prinsip
Sampel direaksikan dengan oksidan kuat (dikromat kalium dalam metode standar) di bawah panas asam. Oksigen ekivalen yang dipakai untuk mengoksidasi senyawa organik dilaporkan sebagai COD (mg/L O₂).
2. COD vs BOD
- COD: mencakup hampir semua materi organik, hasil dalam 2–3 jam
- BOD: hanya materi yang dapat terurai secara biologis, butuh inkubasi 5 hari
- COD umumnya lebih tinggi dari BOD; rasio keduanya menggambarkan keteruraian biologis
3. Mengapa penting
Bagi instalasi pengolahan, COD menunjukkan beban pencemar yang masuk dan keluar, sehingga digunakan untuk desain unit, pemantauan kinerja, dan pelaporan kepatuhan terhadap baku mutu (mis. QCVN 40 di Vietnam).
4. Pengukuran
Metode tertutup (reactor + blok pemanas) dengan spektrofotometer atau titrasi. Pilih rentang (CR 0–150, 0–1500, 0–15000 mg/L) sesuai konsentrasi sampel agar akurat.
Panduan & produk terkait
Pertanyaan yang sering diajukan
COD vs BOD, mana yang dipakai?
COD lebih cepat (jam) dan mencakup hampir semua organik; BOD lebih lambat (5 hari) namun mencerminkan potensi biologis. Keduanya dipakai bersama untuk memahami beban dan keteruraian.
Mengapa COD tinggi itu buruk?
COD tinggi berarti banyak materi organik yang akan mengonsumsi oksigen saat terurai, menyebabkan hipoksia di perairan penerima, ikan mati, dan bau.
Bagaimana COD diukur?
Dengan oksidan dikromat di bawah panas asam, lalu dibaca spektrofotometer atau dititrasi. Pilih rentang reagensi sesuai konsentrasi sampel.
