Apa Itu pH Meter?
pH meter mengukur aktivitas ion hidrogen dalam larutan — yakni tingkat keasaman atau kebasaan pada skala 0–14. Alat ini adalah parameter paling sering diukur dalam pengolahan air karena memengaruhi koagulasi, disinfeksi, biologi perawatan, dan korosi.
1. Definisi & prinsip potensiometri
pH meter membaca beda potensial (tegangan) antara elektroda pengindera gelas dan elektroda referensi. Sinyal tersebut diubah menjadi nilai pH melalui kurva Nernst yang bergantung suhu, sehingga kompensasi suhu sangat penting untuk akurasi.
2. Jenis elektroda: gelas vs ISFET
- Elektroda gelas: universal, akurat, murah, tetapi rapuh dan butuh cairan referensi
- ISFET (padat): tanpa bola gelas, tanpa larutan pengisi, kokoh & cepat — pilihan baik untuk lapangan
3. Kelas meter
- Meja (benchtop): presisi tertinggi, fitur GLP, untuk laboratorium
- Genggam/portabel: tahan lapangan, IP67, baterai
- Online/proses: keluar 4–20 mA, pembersih otomatis, terpasang di pipa untuk kontrol terus-menerus
4. Kalibrasi & perawatan
Kalibrasi dengan buffer segar 2–3 titik yang mencakup rentang ukur Anda; harian untuk kepatuhan, mingguan untuk rutin. Jangan pernah simpan elektroda gelas kering — simpan dalam larutan perawatannya, bukan air suling.
Panduan & produk terkait
Pertanyaan yang sering diajukan
Gelas atau ISFET?
Gelas universal dan murah tapi rapuh serta perlu cairan referensi; ISFET padat, kokoh, bebas perawatan (tanpa larutan pengisi) dengan presisi mutlak sedikit lebih rendah — cocok untuk lapangan.
Seberapa sering kalibrasi?
Harian untuk pengukuran kritis/kepatuhan, mingguan untuk rutin lab, dan selalu setelah sampel ekstrem. Kalibrasi melintasi rentang yang benar-benar Anda ukur, bukan hanya di pH 7.
Mengapa pembacaan pH air murni berfluktuasi di ~7?
Air murni hampir tak punya kapasitas penyangga sehingga kesetimbangan elektroda labil dan mudah terganggu CO₂ atau kontaminasi. Gunakan elektroda low-conductivity dan ukur cepat; jangan harap angka 7.00 tetap stabil.
