Desain A²/O (BNR): Volume Anaerobik/Anoksik/Oksik, SRT, dan Oksigen
Target: insinyur desain stasiun pengolahan air limbah (municipal & industri) di Vietnam, Indonesia, Malaysia, dan Thailand Waktu baca: ~9 menit Alat terkait: Desain A²/O · Panduan desain
Prinsip
A²/O (anaerobik–anoksik–oksik) adalah proses BNR: zona anaerobik untuk bio-P (PAO melepas P lalu menyerap berlebih), anoksik untuk denitrifikasi (NO₃ dikembalikan jadi N₂ pakai COD), dan oksik untuk nitrifikasi + oksidasi BOD. Volume total diikat SRT; volume anoksik diikat laju denitrifikasi. Artikel ini menghitung V_an, V_anox, V_oxic, dan AOR.
Rumus dasar
Xv = MLSS×fv×1000 (mg/L VSS); Xv_kg = Xv/1000 (kg/m³) · SRTmin = 1/(μN,eff−bN); SRTd = max(SRTmin×1,1; 10) · Yobs = yH/(1+kd×SRTd) · BodRem = max(0;(S₀−Sₑ))×Q/1000 (kg/d) · Pxv = Yobs×BodRem + yN×Noxid/(1+bN×SRTd) · Nwas = 0,124×Pxv; Ndenit = Nin−Neff−Nwas · Van = Q×HRTan/24 (m³) · Vtot = SRTd×Pxv/Xv_kg · Vanox = Ndenit/(SDNR×Xv_kg) · Voxic = max(0; Vtot−Van−Vanox) · AOR = (BodRem−1,42×Pxv) + 4,57×Noxid − 2,86×Ndenit (kg O₂/d)
fv = fraksi VSS/MLSS (0,7), SDNR = laju denitrifikasi spesifik (0,03–0,06 kg N/kg VSS·d), yH=0,6, yN=0,2, kd=0,06/d, pCont = kandungan P lumpur (2,5 %). Bio-P kapasitas = WAS×pCont; bila < kebutuhan P, sisa butuh koagulan (lihat dosis P kimia).
Contoh
Q = 10000 m³/d, BOD 200→20, TKN = 45, NH₃ₑ = 5, Norgₑ = 2, MLSS = 3,5, fv = 0,7, HRTan = 1, SDNR = 0,05, pCont = 2,5, SRTd = 15: Xv = 3,5×0,7×1000 = 2450 (2,45 kg/m³); BodRem = 1800; Pxv ≈ 0,48×1800 + 0,2×400/(1+0,06×15) ≈ 880; Nwas = 109; Ndenit = 450−121−109 = 220; Van = 10000×1/24 = 417 m³; Vtot = 15×880/2,45 = 5388 m³; Vanox = 220/(0,05×2,45) = 1796 m³; Voxic = 5388−417−1796 = 3175 m³; AOR = (1800−1,42×880)+4,57×400−2,86×220 = 2038 kg O₂/d.
5 kesalahan desain
- SRT < 10 hari: nitrifikasi gagal → naikkan MLSS atau turunkan buangan
- V_anox terlalu kecil: denit tak selesai → NO₃ lolos; besarkan atau naikkan RAS internal
- Zona anaerobik dapat NO₃: bio-P gagal → jaga RAS internal rendah nitrat
- SDNR terlalu tinggi: V_anox under-design → pakai 0,03–0,05 nyata
- Lupa bio-P tak cukup: sisa P butuh koagulan → cek WAS×pCont vs kebutuhan
Tips operasi
Gunakan kalkulator A²/O dari debit, BOD, TKN, MLSS untuk dapat volume tiap zona, SRT, dan AOR. Cocokkan dengan clarifier primer (hulu) dan clarifier sekunder (hilir). Pasangkan DO online (zona oksik), NO₃ probe (anoksik), dan MLSS.
Kesimpulan
A²/O: Vtot = SRTd×Pxv/Xv, Vanox = Ndenit/(SDNR×Xv), Voxic = Vtot−Van−Vanox, dan AOR = BodRem−1,42×Pxv+4,57×Noxid−2,86×Ndenit. Jaga SRT ≥ 10 hari dan zone anaerobik bebas nitrat.
Tentang artikel ini
Penulis: Tim Insinyur JiuYuHub — Nanjing JiuYuHui Environmental Technology Co., Ltd. Pembaruan terakhir: 2026-10-02.
Artikel ini adalah panduan teknis berdasarkan standar desain yang umum (Metcalf & Eddy, WEF MOP-8, GB 50014); tidak dapat menggantikan dokumen persetujuan menurut regulasi lokal. Parameter desain harus diverifikasi ulang dengan kalkulator terkait.
Artikel ini ditinjau kebenaran teknisnya oleh Zhang Yuancan, Export Manager, Nanjing JiuYuHui Environmental Technology Co., Ltd. sebelum dipublikasikan. Harap bandingkan dengan regulasi lokal (PermenLHK, QCVN, DJK…) saat diaplikasikan.
Baca juga: Bak Grit Berudara: Retensi, Kecepatan, dan Kebutuhan Udara Blower · Saluran Oksidasi: Volume, F/M, SRT, dan Kebutuhan Oksigen
