Penghilangan Fosfor Kimia: Dosis Fe/Al, Lumpur, dan Kebutuhan Alkali
Target: insinyur desain stasiun pengolahan air limbah (municipal & industri) di Vietnam, Indonesia, Malaysia, dan Thailand Waktu baca: ~8 menit Alat terkait: Dosis P kimia · Panduan desain
Prinsip
Penghilangan fosfor (TP) hingga <0,5 mg/L hampir selalu butuh koagulan logam: alum (Al), ferrik klorida (FeCl₃), atau ferus sulfat (FeSO₄). Logam membentuk presipitat hidroksida yang mengikat P. Dua angka mengikat desain: rasio mol logam/P (MeP) dan fraksi logam aktif dalam produk komersial (frac). Artikel ini menghitung dosis produk, lumpur kering, dan kebutuhan alkali (NaOH) bila alkalinitas terkuras.
Rumus dasar
molP = Q×(TPin−TPout)/MP (MP=30,97 g/mol; mol/d) · logammol = molP×MeP×ferCorr (ferCorr=1,0 Al; 1,5 bila Fe²⁺ harus dioksidasi ke Fe³⁺) · massalogam = logammol×AW/1000 (kg/d; AW Al=26,98, Fe=55,85) · produk = massalogam/1000/frac (kg produk/d; frac = fraksi logam aktif) · dosis = produk×1000/Q (mg/L) · lumpur = massalogam/1000×(hyd/AW) (kg DS/d; hyd = berat molekul hidroksida) · alkaliterpakai = alkFac×logammol/1000 (kg CaCO₃/d; alkFac≈50 Al) · NaOH = max(0; alkalinitasnet)×NAOH_FAC (bila negatif) · Karbon (denit): nDen=Q×(TKN−nAssim−TNout)/1000 (kg N/d); nAssim=0,05×(BODin−BODout) s.d. 0,124×yObs; COD=nDen×2,86 (kg/d); massakarbon=COD/ceq (ceq metanol≈1,5); pompa=massakarbon/cden/24 (L/h)
MeP khas: 1,0–1,5 mol/mol untuk Al, 1,0 untuk Fe (stoikiometri + kelebihan). frac alum komersial ≈0,09 (≈17 % Al₂O₃), ferrik klorida ≈0,34 (≈34 % Fe). hyd Al(OH)₃≈78, Fe(OH)₃≈107. Presipitasi mengonsumsi alkalinitas ~0,4–0,6 mol CaCO₃ per mol logam.
Contoh
Q = 20000 m³/d, TPin = 8, TPout = 0,5 mg/L, MeP = 1,5, alum (AW=27, frac=0,09, hyd=78, alkFac=50), ferCorr=1: molP = 20000×7,5/30,97 = 4843; logammol = 4843×1,5 = 7265; massalogam = 7265×27/1000 = 196 kg Al/d; produk = 196/0,09 = 2178 kg alum/d; dosis = 2178×1000/20000 = 108,9 mg/L; lumpur = 196×(78/27) = 566 kg DS/d; alkaliterpakai = 50×7265/1000 = 363 kg CaCO₃/d. Bila alkalinitas masuk 100 mg/L (=2000 kg CaCO₃/d), net positif → tak perlu NaOH. Bila alkalinitas masuk <18 mg/L, net negatif → tambah NaOH.
5 kesalahan desain
- MeP terlalu rendah: P lolos → naikkan ke 1,2–1,5 (Al) atau pastikan Fe²⁺ teroksidasi (ferCorr 1,5)
- Lupa alkalinitas: presipitasi menguras basa → pH jatuh, flok hancur; sediakan NaOH bila alkalinitas <30 mg/L
- frac produk salah: dosis meleset 3× bila pakai %Al₂O₃ vs %Al → pakai frac logam aktif
- Lumpur tak dihitung: 500+ kg DS/d butuh pengeringan lumpur → cek kapasitas thickener
- FeSO₄ tanpa oksidasi: Fe²⁺ lambat mengendap → ferCorr 1,5 atau klorinasi pra
Tips operasi
Gunakan kalkulator dosis P dari debit, TP masuk/keluar, dan jenis koagulan untuk dapat dosis, lumpur, dan NaOH. Cocokkan dengan desain A²/O (bio-P murah dulu) dan clarifier sekunder (pengendapan flok). Pasangkan doimeter online, pH/ORP, dan flow meter pompa dosing.
Kesimpulan
Dosis P kimia: produk = Q×(TPin−TPout)×AW/(30,97×1000×frac), lalu cek alkalinitas (tambah NaOH bila negatif) dan lumpur kering. Fe²⁺ butuh ferCorr 1,5; Al butuh alkFac≈50. Bio-P di A²/O lebih murah — pakai kimia hanya untuk sisa.
Tentang artikel ini
Penulis: Tim Insinyur JiuYuHub — Nanjing JiuYuHui Environmental Technology Co., Ltd. Pembaruan terakhir: 2026-10-02.
Artikel ini adalah panduan teknis berdasarkan standar desain yang umum (Metcalf & Eddy, WEF MOP-8, GB 50014); tidak dapat menggantikan dokumen persetujuan menurut regulasi lokal. Parameter desain harus diverifikasi ulang dengan kalkulator terkait.
Artikel ini ditinjau kebenaran teknisnya oleh Zhang Yuancan, Export Manager, Nanjing JiuYuHui Environmental Technology Co., Ltd. sebelum dipublikasikan. Harap bandingkan dengan regulasi lokal (PermenLHK, QCVN, DJK…) saat diaplikasikan.
Baca juga: Dosis Klorin Desinfeksi: CT, Waktu Kontak, dan Tangki Kontak · Desain A²/O (BNR): Volume Anaerobik/Anoksik/Oksik, SRT, dan Oksigen
